MORFOLOGI DAUN
(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)
(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)
Oleh :
ARIANI NOR FADILLA
E1A115017
Kelompok 9
PROGRAM STUDI AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI i
DAFTAR TABEL ii
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan 3
BAHAN DAN METODE 4
Bahan dan Alat 4
Bahan 4
Alat 4
Waktu dan Tempat 5
Prosedur Kerja 5
HASIL DAN PEMBAHASAN 6
Hasil 6
Pembahasan 11
KESIMPULAN 19
Kesimpulan 19
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1. Hasil Pengamatan Daun Mangga (Mangifera indica).......................... 6
2. Hasil Pengamatan Daun Jambu biji (Psidium Guajava L.) 6
3. Hasil Pengamatan Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) 7
4. Hasil Pengamatan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) 7
5. Hasil Pengamatan Daun papaya (Carica papaya L.) 8
6. Hasil Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta C.) 8
7. Hasil Pengamatan Daun Jagung (Zea Mays L.) 9
8. Hasil Pengamatan Daun sirsak (Annona muricata) 9
9. Hasil Pengamatan Daun nanas (Ananas comosus L.) 10
10. Hasil Pengamatan Daun Bunga Kertas (Bougainvillea buttiana) 10
Halaman
DAFTAR ISI i
DAFTAR TABEL ii
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan 3
BAHAN DAN METODE 4
Bahan dan Alat 4
Bahan 4
Alat 4
Waktu dan Tempat 5
Prosedur Kerja 5
HASIL DAN PEMBAHASAN 6
Hasil 6
Pembahasan 11
KESIMPULAN 19
Kesimpulan 19
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
1. Hasil Pengamatan Daun Mangga (Mangifera indica).......................... 6
2. Hasil Pengamatan Daun Jambu biji (Psidium Guajava L.) 6
3. Hasil Pengamatan Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) 7
4. Hasil Pengamatan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) 7
5. Hasil Pengamatan Daun papaya (Carica papaya L.) 8
6. Hasil Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta C.) 8
7. Hasil Pengamatan Daun Jagung (Zea Mays L.) 9
8. Hasil Pengamatan Daun sirsak (Annona muricata) 9
9. Hasil Pengamatan Daun nanas (Ananas comosus L.) 10
10. Hasil Pengamatan Daun Bunga Kertas (Bougainvillea buttiana) 10
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Latar Belakang
Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdidri sendiri. Salah satunya ialah morfologi tumbuhan. Morfologi berasal dari kata morfo yang artinya bentuk luar dan logos yang artinya ilmu, jadi morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan luar dari tubuh tumbuhan, maka dalam praktiknya hanya diuraikan bentuk- bentuk dan susunan tubuh tumbuhan yang berupa kormus (Tjitrosoepomo, 2009).
Kormus adalah tubuh tumbuhan yang hanya dimiliki oleh Pteridophyta (tumbuhan paku) dan Spermatophyta (tumbuhan biji). Kedua golongan tumbuhan tersebut di dalam satu kelompok yang disebut Carmophyta (tumbuhan kormus). Kormus merupakan tubuh tumbuh- tumbuhan yang memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok yaitu : akar (radix), batang (caulis), daun (folium). Menurut definisinya, morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dalam kehidupan tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan tubuh yang demikian itu, selain dari itu morfologi harus pula dapat memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam itu. Dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya morfologi dapat menggunakan anggapan-anggapan maupun teori-teori yang berlaku dalam dunia ilmu, misalnya berdasarkan teori evolusi tubuh tumbuhan akan mengalami perubahan bentuk dan susunan, hingga suatu alat atau bagian-bagian tubuh dapat dicari asal filogenetiknya. Diterimanya anggapan, bahwa bentuk dan susunan tubuh tumbuhan selalu disesuaikan dengan fungsinya serta alam sekitarnya. Dengan adanya pegangan tersebut belum berarti, bahwa tiap bentuk dan susunan tubuh tumbuhan dapat diterangkan bagaimana filogeninya serta apa fungsinya (Tjitrosoepomo, 2009).
Secara morfologi, daun yang lengkap mempunyai bagian – bagian pokok berupa: Vagina (pelepah daun), Petiolus (tangkai daun, dan Lamina (helaian daun). Sementara itu daun yang tidak lengkap adalah daun yang tidak memiliki salah satu bagian pokok daun. Bentuk daun yang tipis dan melebar, warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap keatas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan (Loveless, 2003).
Daun adalah organ tumbuhan penghasil utama bahan makanan melalui proses yang kompleks dengan bantuan sinar matahari yang disebut proses fotosintesis. Batang penunjang dan memperagakan daun-daun di bawah cahaya matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis dan batang bertindak juga sebagai saluran penghubung antara berbagai organ tumbuhan (Loveless, 2003).
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau (Tjitrosoepomo, 2009).
Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, dan pelepah daun. Selain itu, daun juga memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Tumbuhan monokotil memiliki urat daun yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala (Kimball, 2001).
Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui morfologi dari beberapa daun baik bentuk, tepi daun, ujung daun, dan pangkal daun.
BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat-alat yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Alat tulis
2. Buku gambar
Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Daun Mangga (Mangifera indica)
2. Daun Jambu biji (Psidium guajava L.)
3. Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
4. Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)
5. Daun Pepaya (Carica papaya L.)
6. Daun Singkong (Manihot esculenta C.)
7. Daun Jagung (Zea Mays L.)
8. Daun Sirsak (Annona muricata)
9. Daun Nanas (Ananas comosus L.)
10. Daun Bunga kertas (Bougainvillea buttiana)
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2015 pada pukul 10.00 s.d 11.30 WITA yang bertempat di Taman Labirin, Tambang Ulang, Pelaihari.
Prosedur kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Siapkan beberapa daun yang akan diamati
3. Lakukan identifikasi pada daun yang akan diamati berupa bentuk, ujung, pangka dan tepi
4. Gambar hasil daun yang telah diamati dan beri keterangan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Dari praktikum yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut ini :
Tabel 1. Daun Mangga (Mangifera indica)
Gambar identifikasi
a. Bentuk daun menjorong
b. Pangkal daun tumpul (obtusus)
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
d. Tepi daun berombak (repandus)
e. Tulang daun menyirip (penninervis)
Tabel 2. Daun Jambu biji (Psidium Guajava L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat telur
b. Pangkal daun membulat (rotundatus)
c. Ujung daun tumpul (obtusus)
d. Tepi daun rata (integer)
e. Tulan daun menyirip (penninervis)
Tabel 3. Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun menjorong
b. Pangkal daun pendek meruncing
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
d. Tepi daun rata (integer)
e. Tulan daun menyirip (penninervis)
Tabel 4. Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat telur
b. Pangkal daun tumpul (obtusus)
c. Ujung daun membulat (rotundatus)
d. Tepi daun rata (integer)
e. tulang daun menyirip (penninervis)
Tabel 5. Daun papaya (Carica papaya L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat (orbicularis)
b. Pangkal daun meruncing (acuminatus)
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
d. Tepi daun menjari (palmatifidus)
e. Tulang daun menjari (palmineruis)
Tabel 6. Daun Singkong (Manihot esculenta C.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun lonjong memanjang
b. Pangkal daun runcing (acutus)
c. Ujung daun runcing tajam
d. Tepi daun rata (integer)
e. Tulang daun menjari (palmineruis)
Tabel 7. Daun Jagung (Zea Mays L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun memanjang
b. Pangkal daun runcing (acutus)
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
a. Tepi daun rata (integer)
d. Tulang daun sejajar
Tabel 8. Daun sirsak (Annona muricata)
Gambar Identifikasi
b. Bentuk daun memanjang
c. Pangkal daun runcing
d. Ujung daun tumpul (obtusus)
e. Tepi daun rata (integer)
f. Tulang daun menyirip
Tabel 9. Daun nanas (Ananas comosus L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun memanjang
b. Pangkal daun runcing (acutus)
c. Ujung daun berduri (mucronatus)
d. Tepi daun bergerigi (serratus)
e. Tulang daun sejajar
Tabel 10. Daun Bunga Kertas (Bougainvillea buttiana)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat atau bundar
b. Pangkal daun tumpul (obtusus)
c. Ujung daun membulat (rotundus)
d. Tepi daun rata
e. Tulang daun melengkung
Pembahasan
Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil yang bahannya dapat dijadikan sebagai pembahasan dalam laporan kali ini.
Pada daun Mangga (Mangifera indica) dapat dilihat daun merupakan bagian dari daun tunggal tak lengkap, terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian (lamina), tidak memiliki pelepah daun, tersusun atas spiral rapat, permukaan daun bagian atas dan bawah licin (leavis), pada permukaan atas daun berwana hijau muda dan pada permukaan bawah berwarna hijau tua, bentuk daun menjorong, memiliki tangkai yang panjang, pangkal daun tumpul (obtusus), memiliki ujung daun yang meruncing (acuminatus), tepi daun yang berombak (repandus), memiliki susunan tulang daun nervus lateralis, dan tulang daun yang menyirip (penninervis).
Klasifikasi daun Mangga (Mangifera indica) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiacea
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Pada daun jambu biji (Psidium Guajava L.) tergolong dalam daun yang tak lengkap karna hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian (lamina). Daun jambu biji memiliki tulang daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping. Jambu biji memiliki ujung daun yang tumpul. Pangkal daun membulat (rotundatus). Ujung daun tumpul (obtusus). Selain itu jambu biji juga memiliki tepi daun yang rata (integer). Pada bagian atas daun biasanya berwarna hijau dan licin, jika dibandingkan pada bagian bawah karna baian atas daun lebih hijau dan daun jambu biji memiliki permukaan daun yang berkerut (rogosus).
Klasifikasi daun jambu biji (Psidium Guajava L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophytha
Divisi : Magnoliopsida
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guajava L.
Pada daun nangka (Artocarpus heterophyllus) memiliki daun tunggal, bertangkai 1-4 cm, memiliki bagian tepi rata dan memiliki bentuk menjorong, serta memiliki ujung pangkal pendek meruncing. Tulang daun yang menyirip (penninervis). Daun nangka memiliki permukaan atas berwarna hijau tua mengkilap, kaku dan juga permukaan bagian bawah memiliki warna hijau muda.
Klasifikasi daun nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatiphyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magniliopsida
Sub kelas : Dilleniidae
Ordo : Urticales
Family : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus heterophyllus
Pada daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus) dengan anak daun genap, yakni berjumlah 8 helai anak daun, berbentuk jorong. Daun rambutan merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai pendek (0,5-1 cm) berbentuk silindris dan tidak menebal pada pangkalnya, tulang daun menyirip, lebar daun 5,5 cm sampai 7 cm, panjang 9 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat (rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun tumpul (obtusus). Permukaan daun licin (laevis) kelihatan mengkilat (nitidus).
Klasifikasi daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Spesies : Nephelium lappaceum L.
Pada daun papaya (Carica papaya L.) Daunnya berbentuk bulat atau bundar (orbicularis), merupakan daun tunggal bertulang daun menjari dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Tepi daun menjari (palmatifidus). Berukuran besar, dan bercangap, juga mempunyai bagian-bagian daun lengkap (falicum completum) atau upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).Permukaan daun licin (laevis) sedikit mengkilat (nitidus), daging seperti perkamen (perkamenteus).
Klasifikasi daun papaya (Carica papaya L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya L.
Pada daun singkong (Manihot esculenta C.). Daun berbentuk lima jari dan juga lonjong dengan tepi yang rata dan memiliki garis setiap daun . Sedangkan memiliki bagian ujung daun yang sangat lah runcing tanjam. Daun biasanya memiliki warna hijau tua dan juga kekuning kuningan.
Klasifikasi daun singkong (Manihot esculenta C.) adalah sebagai berikut :
Kindom : Plantae
Sub kingdom : Tracheabionta
Super divisi : Spermathopyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiales
Genus : Manihot Mill
Species : Manihot esculenta C.
Pada daun jagung (Zea Mays L.) merupakan daun sempurna, memiliki pelepah, tangkai, dan helai daun. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan tangkai daun terdapat lidah-lidah (ligula). Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki Poaceae (suku rumput-rumputan). Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jika tanaman mengalami kekeringan, sel-sel kipas akan mengerut, menutup lubang stomata, dan membuat daun melipat ke bawah sehingga mengurangi transpirasi.
Klasifikasi daun jagung (Zea Mays L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermathopyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poaceae
Famili : Poacae
Spesies : Zea Mays L.
Pada daun sirsak (Annona muricata) memiliki daun berbentuk memanjang. Permukaan daun licin (laevis) dan mengkilat (nitidus), tepi daun rata (integer), daging daun tebal dan kaku seperti kulit untuk belulang (coriaceus), pangkal daun runcing daun ujung daun tumpul (obtusus).
Klasifikasi daun sirsak (Annona muricata) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Magnoliidae
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona muricata
Pada daun nanas (Ananas comosus L.) memiliki bentuk daun memanjang, pangkal daun runcing (acutus), ujung daun berduri (mucronatus), tepi daun bergerigi (serratus), tulang daun sejajar, ada empat jenis golongan nanas berdasarkan bentuk daun dan buah yang diketahui yaitu :
a. Cayenne (daun halus, tidak berduri, buah besar)
b. Queen (daun pendek, berduri tajam, buah lonjong mirip keucut)
c. Spanyol (daun panjang kecil, berduri halus, buah bulat denagan mata datar)
d. Abacaxi (daun panjang, berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida).
Klasifikasi daun nanas (Ananas comosus L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Farinosae
Famili : Bromiliaceae
Genus : Ananas
Species : Ananas comosus L.
Pada daun bunga kertas (Bougainvillea buttiana) memiliki bentuk daun bulat atau bundar, pangkal daun yang tumpul (obtusus), ujung daun membulat (rotundus), tepi daun rata, tulang daun melengkung. Memiliki permukaan yang licin dan berwarna hijau.
Klasifikasi daun bunga kertas (Bougainvillea buttiana) adalah sebagai berikut :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nyctaginaceae
Genus : Bougainvillea
Spesies : Bougainvillea buttiana
Kormus adalah tubuh tumbuhan yang hanya dimiliki oleh Pteridophyta (tumbuhan paku) dan Spermatophyta (tumbuhan biji). Kedua golongan tumbuhan tersebut di dalam satu kelompok yang disebut Carmophyta (tumbuhan kormus). Kormus merupakan tubuh tumbuh- tumbuhan yang memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok yaitu : akar (radix), batang (caulis), daun (folium). Menurut definisinya, morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dalam kehidupan tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan tubuh yang demikian itu, selain dari itu morfologi harus pula dapat memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam itu. Dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya morfologi dapat menggunakan anggapan-anggapan maupun teori-teori yang berlaku dalam dunia ilmu, misalnya berdasarkan teori evolusi tubuh tumbuhan akan mengalami perubahan bentuk dan susunan, hingga suatu alat atau bagian-bagian tubuh dapat dicari asal filogenetiknya. Diterimanya anggapan, bahwa bentuk dan susunan tubuh tumbuhan selalu disesuaikan dengan fungsinya serta alam sekitarnya. Dengan adanya pegangan tersebut belum berarti, bahwa tiap bentuk dan susunan tubuh tumbuhan dapat diterangkan bagaimana filogeninya serta apa fungsinya (Tjitrosoepomo, 2009).
Secara morfologi, daun yang lengkap mempunyai bagian – bagian pokok berupa: Vagina (pelepah daun), Petiolus (tangkai daun, dan Lamina (helaian daun). Sementara itu daun yang tidak lengkap adalah daun yang tidak memiliki salah satu bagian pokok daun. Bentuk daun yang tipis dan melebar, warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap keatas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan (Loveless, 2003).
Daun adalah organ tumbuhan penghasil utama bahan makanan melalui proses yang kompleks dengan bantuan sinar matahari yang disebut proses fotosintesis. Batang penunjang dan memperagakan daun-daun di bawah cahaya matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis dan batang bertindak juga sebagai saluran penghubung antara berbagai organ tumbuhan (Loveless, 2003).
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau (Tjitrosoepomo, 2009).
Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, dan pelepah daun. Selain itu, daun juga memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Tumbuhan monokotil memiliki urat daun yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala (Kimball, 2001).
Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui morfologi dari beberapa daun baik bentuk, tepi daun, ujung daun, dan pangkal daun.
BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat-alat yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Alat tulis
2. Buku gambar
Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Daun Mangga (Mangifera indica)
2. Daun Jambu biji (Psidium guajava L.)
3. Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
4. Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)
5. Daun Pepaya (Carica papaya L.)
6. Daun Singkong (Manihot esculenta C.)
7. Daun Jagung (Zea Mays L.)
8. Daun Sirsak (Annona muricata)
9. Daun Nanas (Ananas comosus L.)
10. Daun Bunga kertas (Bougainvillea buttiana)
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2015 pada pukul 10.00 s.d 11.30 WITA yang bertempat di Taman Labirin, Tambang Ulang, Pelaihari.
Prosedur kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Siapkan beberapa daun yang akan diamati
3. Lakukan identifikasi pada daun yang akan diamati berupa bentuk, ujung, pangka dan tepi
4. Gambar hasil daun yang telah diamati dan beri keterangan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Dari praktikum yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut ini :
Tabel 1. Daun Mangga (Mangifera indica)
Gambar identifikasi
a. Bentuk daun menjorong
b. Pangkal daun tumpul (obtusus)
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
d. Tepi daun berombak (repandus)
e. Tulang daun menyirip (penninervis)
Tabel 2. Daun Jambu biji (Psidium Guajava L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat telur
b. Pangkal daun membulat (rotundatus)
c. Ujung daun tumpul (obtusus)
d. Tepi daun rata (integer)
e. Tulan daun menyirip (penninervis)
Tabel 3. Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun menjorong
b. Pangkal daun pendek meruncing
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
d. Tepi daun rata (integer)
e. Tulan daun menyirip (penninervis)
Tabel 4. Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat telur
b. Pangkal daun tumpul (obtusus)
c. Ujung daun membulat (rotundatus)
d. Tepi daun rata (integer)
e. tulang daun menyirip (penninervis)
Tabel 5. Daun papaya (Carica papaya L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat (orbicularis)
b. Pangkal daun meruncing (acuminatus)
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
d. Tepi daun menjari (palmatifidus)
e. Tulang daun menjari (palmineruis)
Tabel 6. Daun Singkong (Manihot esculenta C.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun lonjong memanjang
b. Pangkal daun runcing (acutus)
c. Ujung daun runcing tajam
d. Tepi daun rata (integer)
e. Tulang daun menjari (palmineruis)
Tabel 7. Daun Jagung (Zea Mays L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun memanjang
b. Pangkal daun runcing (acutus)
c. Ujung daun meruncing (acuminatus)
a. Tepi daun rata (integer)
d. Tulang daun sejajar
Tabel 8. Daun sirsak (Annona muricata)
Gambar Identifikasi
b. Bentuk daun memanjang
c. Pangkal daun runcing
d. Ujung daun tumpul (obtusus)
e. Tepi daun rata (integer)
f. Tulang daun menyirip
Tabel 9. Daun nanas (Ananas comosus L.)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun memanjang
b. Pangkal daun runcing (acutus)
c. Ujung daun berduri (mucronatus)
d. Tepi daun bergerigi (serratus)
e. Tulang daun sejajar
Tabel 10. Daun Bunga Kertas (Bougainvillea buttiana)
Gambar Identifikasi
a. Bentuk daun bulat atau bundar
b. Pangkal daun tumpul (obtusus)
c. Ujung daun membulat (rotundus)
d. Tepi daun rata
e. Tulang daun melengkung
Pembahasan
Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil yang bahannya dapat dijadikan sebagai pembahasan dalam laporan kali ini.
Pada daun Mangga (Mangifera indica) dapat dilihat daun merupakan bagian dari daun tunggal tak lengkap, terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian (lamina), tidak memiliki pelepah daun, tersusun atas spiral rapat, permukaan daun bagian atas dan bawah licin (leavis), pada permukaan atas daun berwana hijau muda dan pada permukaan bawah berwarna hijau tua, bentuk daun menjorong, memiliki tangkai yang panjang, pangkal daun tumpul (obtusus), memiliki ujung daun yang meruncing (acuminatus), tepi daun yang berombak (repandus), memiliki susunan tulang daun nervus lateralis, dan tulang daun yang menyirip (penninervis).
Klasifikasi daun Mangga (Mangifera indica) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiacea
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Pada daun jambu biji (Psidium Guajava L.) tergolong dalam daun yang tak lengkap karna hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian (lamina). Daun jambu biji memiliki tulang daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping. Jambu biji memiliki ujung daun yang tumpul. Pangkal daun membulat (rotundatus). Ujung daun tumpul (obtusus). Selain itu jambu biji juga memiliki tepi daun yang rata (integer). Pada bagian atas daun biasanya berwarna hijau dan licin, jika dibandingkan pada bagian bawah karna baian atas daun lebih hijau dan daun jambu biji memiliki permukaan daun yang berkerut (rogosus).
Klasifikasi daun jambu biji (Psidium Guajava L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophytha
Divisi : Magnoliopsida
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guajava L.
Pada daun nangka (Artocarpus heterophyllus) memiliki daun tunggal, bertangkai 1-4 cm, memiliki bagian tepi rata dan memiliki bentuk menjorong, serta memiliki ujung pangkal pendek meruncing. Tulang daun yang menyirip (penninervis). Daun nangka memiliki permukaan atas berwarna hijau tua mengkilap, kaku dan juga permukaan bagian bawah memiliki warna hijau muda.
Klasifikasi daun nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatiphyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magniliopsida
Sub kelas : Dilleniidae
Ordo : Urticales
Family : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus heterophyllus
Pada daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus) dengan anak daun genap, yakni berjumlah 8 helai anak daun, berbentuk jorong. Daun rambutan merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai pendek (0,5-1 cm) berbentuk silindris dan tidak menebal pada pangkalnya, tulang daun menyirip, lebar daun 5,5 cm sampai 7 cm, panjang 9 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat (rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun tumpul (obtusus). Permukaan daun licin (laevis) kelihatan mengkilat (nitidus).
Klasifikasi daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Spesies : Nephelium lappaceum L.
Pada daun papaya (Carica papaya L.) Daunnya berbentuk bulat atau bundar (orbicularis), merupakan daun tunggal bertulang daun menjari dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Tepi daun menjari (palmatifidus). Berukuran besar, dan bercangap, juga mempunyai bagian-bagian daun lengkap (falicum completum) atau upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).Permukaan daun licin (laevis) sedikit mengkilat (nitidus), daging seperti perkamen (perkamenteus).
Klasifikasi daun papaya (Carica papaya L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya L.
Pada daun singkong (Manihot esculenta C.). Daun berbentuk lima jari dan juga lonjong dengan tepi yang rata dan memiliki garis setiap daun . Sedangkan memiliki bagian ujung daun yang sangat lah runcing tanjam. Daun biasanya memiliki warna hijau tua dan juga kekuning kuningan.
Klasifikasi daun singkong (Manihot esculenta C.) adalah sebagai berikut :
Kindom : Plantae
Sub kingdom : Tracheabionta
Super divisi : Spermathopyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiales
Genus : Manihot Mill
Species : Manihot esculenta C.
Pada daun jagung (Zea Mays L.) merupakan daun sempurna, memiliki pelepah, tangkai, dan helai daun. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan tangkai daun terdapat lidah-lidah (ligula). Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki Poaceae (suku rumput-rumputan). Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jika tanaman mengalami kekeringan, sel-sel kipas akan mengerut, menutup lubang stomata, dan membuat daun melipat ke bawah sehingga mengurangi transpirasi.
Klasifikasi daun jagung (Zea Mays L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermathopyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poaceae
Famili : Poacae
Spesies : Zea Mays L.
Pada daun sirsak (Annona muricata) memiliki daun berbentuk memanjang. Permukaan daun licin (laevis) dan mengkilat (nitidus), tepi daun rata (integer), daging daun tebal dan kaku seperti kulit untuk belulang (coriaceus), pangkal daun runcing daun ujung daun tumpul (obtusus).
Klasifikasi daun sirsak (Annona muricata) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Magnoliidae
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona muricata
Pada daun nanas (Ananas comosus L.) memiliki bentuk daun memanjang, pangkal daun runcing (acutus), ujung daun berduri (mucronatus), tepi daun bergerigi (serratus), tulang daun sejajar, ada empat jenis golongan nanas berdasarkan bentuk daun dan buah yang diketahui yaitu :
a. Cayenne (daun halus, tidak berduri, buah besar)
b. Queen (daun pendek, berduri tajam, buah lonjong mirip keucut)
c. Spanyol (daun panjang kecil, berduri halus, buah bulat denagan mata datar)
d. Abacaxi (daun panjang, berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida).
Klasifikasi daun nanas (Ananas comosus L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Farinosae
Famili : Bromiliaceae
Genus : Ananas
Species : Ananas comosus L.
Pada daun bunga kertas (Bougainvillea buttiana) memiliki bentuk daun bulat atau bundar, pangkal daun yang tumpul (obtusus), ujung daun membulat (rotundus), tepi daun rata, tulang daun melengkung. Memiliki permukaan yang licin dan berwarna hijau.
Klasifikasi daun bunga kertas (Bougainvillea buttiana) adalah sebagai berikut :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nyctaginaceae
Genus : Bougainvillea
Spesies : Bougainvillea buttiana
KESIMPULAN
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan kali ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap tanaman memiliki struktur anatomi daun yang berbeda-beda, berbeda-beda pula fungsinya, maka manfaat yang didapatkan untuk tanaman itu sendiripun akan beraneka ragam.
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan kali ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap tanaman memiliki struktur anatomi daun yang berbeda-beda, berbeda-beda pula fungsinya, maka manfaat yang didapatkan untuk tanaman itu sendiripun akan beraneka ragam.
Utami,
Ita. 2015. Laporan praktikum biologi
pengamatan morfologi tumbuhan. https://itautami35.wordpress.com. Diakses pada
Selasa, 15 Desember 2015
Basri,
Muhammad Hasan. 2012. Laporan Morfologi Tumbuhan. http://hasansyaidahfrimmerlieben.blogspot.com. Diakses pada
Selasa, 15 Desember 2015
Rian,
Dedi. 2014. Laporan biologi tentang morfologi daun. http://dedirian.blogspot.co.id.
Diakses
pada Selasa, 15 Desember 2015
Wikipedia.
2015. Daun. http://id.wikipedia.org/. Diakses pada Selasa, 15 Desember
2015
Rahmat,
adi. 2009. Petunjuk Praktikum Morfologi Tumbuhan. Bandung : Jurusan Pendidikan
Biologi FPMIPA IKIP Bandung
