Minggu, 18 September 2016

[Laporan Praktikum Biologi Pertanian] MORFOLOGI DAUN

MORFOLOGI DAUN
(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)









Oleh :
ARIANI NOR FADILLA
E1A115017
Kelompok 9















PROGRAM STUDI AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015








DAFTAR ISI
    Halaman
DAFTAR ISI            i
DAFTAR TABEL         ii
PENDAHULUAN         1
    Latar Belakang        1
    Tujuan        3
BAHAN DAN METODE         4
    Bahan dan Alat        4
           Bahan        4
           Alat        4
    Waktu dan Tempat        5
    Prosedur Kerja        5
HASIL DAN PEMBAHASAN          6
    Hasil          6
    Pembahasan        11
KESIMPULAN              19
    Kesimpulan        19
DAFTAR PUSTAKA
   





DAFTAR TABEL
Nomor    Halaman
1.    Hasil Pengamatan Daun Mangga (Mangifera indica)..........................              6
2.    Hasil Pengamatan Daun Jambu biji (Psidium Guajava L.)                  6
3.    Hasil Pengamatan Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)                  7
4.    Hasil Pengamatan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)                  7
5.    Hasil Pengamatan Daun papaya (Carica papaya L.)                8
6.    Hasil Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta C.)                  8
7.    Hasil Pengamatan Daun Jagung (Zea Mays L.)                9
8.    Hasil Pengamatan Daun sirsak (Annona muricata)                  9
9.    Hasil Pengamatan Daun nanas (Ananas comosus L.)                10
10.    Hasil Pengamatan Daun Bunga Kertas (Bougainvillea buttiana)                10










PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja, sekarang ini  telah  menjadi  ilmu yang berdidri sendiri. Salah satunya ialah morfologi tumbuhan. Morfologi berasal dari kata morfo yang artinya  bentuk  luar  dan  logos  yang  artinya  ilmu, jadi morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan luar dari tubuh tumbuhan, maka dalam praktiknya hanya diuraikan bentuk- bentuk dan susunan tubuh tumbuhan yang berupa kormus (Tjitrosoepomo, 2009).
Kormus adalah tubuh tumbuhan yang hanya dimiliki oleh Pteridophyta (tumbuhan paku) dan Spermatophyta (tumbuhan biji). Kedua golongan tumbuhan tersebut di dalam satu kelompok yang disebut Carmophyta (tumbuhan kormus). Kormus merupakan tubuh tumbuh- tumbuhan yang memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok yaitu : akar (radix), batang (caulis), daun (folium). Menurut definisinya, morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dalam kehidupan tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan tubuh yang demikian itu, selain dari itu morfologi harus pula dapat memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam itu. Dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya morfologi dapat menggunakan anggapan-anggapan maupun teori-teori yang berlaku dalam dunia  ilmu,  misalnya berdasarkan teori evolusi tubuh tumbuhan akan mengalami perubahan bentuk dan susunan, hingga suatu alat atau bagian-bagian tubuh dapat dicari asal filogenetiknya. Diterimanya anggapan, bahwa bentuk dan susunan tubuh tumbuhan selalu disesuaikan dengan fungsinya serta alam sekitarnya. Dengan adanya pegangan  tersebut  belum  berarti,  bahwa  tiap  bentuk dan susunan tubuh tumbuhan   dapat    diterangkan    bagaimana    filogeninya   serta   apa   fungsinya (Tjitrosoepomo, 2009).
Secara morfologi, daun yang lengkap mempunyai bagian – bagian pokok berupa: Vagina (pelepah daun), Petiolus (tangkai daun, dan Lamina (helaian daun). Sementara itu daun yang tidak lengkap adalah daun yang tidak memiliki salah satu bagian pokok daun. Bentuk daun yang tipis dan melebar, warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap keatas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan (Loveless, 2003).
Daun adalah organ tumbuhan penghasil utama bahan makanan melalui  proses yang kompleks dengan bantuan sinar matahari yang disebut proses fotosintesis. Batang penunjang dan memperagakan daun-daun di bawah cahaya matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis dan batang bertindak juga sebagai saluran penghubung antara berbagai organ tumbuhan (Loveless, 2003).
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau (Tjitrosoepomo, 2009).
Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, dan pelepah daun. Selain itu, daun juga memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut  pada  daun. Tumbuhan  monokotil  memiliki  urat  daun  yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala (Kimball, 2001).

Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui morfologi dari beberapa daun baik bentuk, tepi daun, ujung daun, dan pangkal daun.   
BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
    Adapun alat-alat yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.    Alat tulis
2.    Buku gambar
Bahan
    Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.    Daun Mangga (Mangifera indica)
2.    Daun Jambu biji (Psidium guajava L.)
3.    Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
4.    Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)
5.    Daun Pepaya (Carica papaya L.)
6.    Daun Singkong (Manihot esculenta C.)
7.    Daun Jagung (Zea Mays L.)
8.    Daun Sirsak (Annona muricata)
9.    Daun Nanas (Ananas comosus L.)
10.    Daun Bunga kertas (Bougainvillea buttiana)

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2015 pada pukul 10.00 s.d 11.30 WITA yang bertempat di Taman Labirin, Tambang Ulang, Pelaihari.
Prosedur kerja
1.    Siapkan alat dan bahan
2.    Siapkan beberapa daun yang akan diamati
3.    Lakukan identifikasi pada daun yang akan diamati berupa bentuk, ujung, pangka dan tepi
4.    Gambar hasil daun yang telah diamati dan beri keterangan


HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
    Dari praktikum yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut ini :
Tabel 1. Daun Mangga (Mangifera indica)
Gambar    identifikasi
    a.    Bentuk daun menjorong
b.    Pangkal daun tumpul (obtusus)
c.    Ujung daun meruncing (acuminatus)
d.    Tepi daun berombak (repandus)
e.    Tulang daun menyirip (penninervis)

Tabel 2. Daun Jambu biji (Psidium Guajava L.)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun bulat telur
b.    Pangkal daun membulat (rotundatus)
c.    Ujung daun tumpul (obtusus)
d.    Tepi daun rata (integer)
e.    Tulan daun menyirip (penninervis)
Tabel 3. Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun menjorong 
b.    Pangkal daun pendek meruncing
c.    Ujung daun meruncing (acuminatus)
d.    Tepi daun rata (integer)
e.    Tulan daun menyirip (penninervis)

Tabel 4. Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun bulat telur
b.    Pangkal daun tumpul (obtusus)
c.    Ujung daun membulat (rotundatus)
d.    Tepi daun  rata (integer)
e.    tulang daun menyirip (penninervis)
Tabel 5. Daun papaya (Carica papaya L.)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun bulat (orbicularis)
b.    Pangkal daun meruncing (acuminatus)
c.    Ujung daun meruncing (acuminatus)
d.    Tepi daun menjari (palmatifidus)
e.    Tulang daun menjari (palmineruis)

Tabel 6. Daun Singkong (Manihot esculenta C.)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun lonjong memanjang
b.    Pangkal daun runcing (acutus)
c.    Ujung daun runcing  tajam
d.    Tepi daun rata (integer)
e.    Tulang daun menjari (palmineruis)
Tabel 7. Daun Jagung (Zea Mays L.)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun memanjang
b.    Pangkal daun runcing (acutus)
c.    Ujung daun meruncing (acuminatus)
a.    Tepi daun rata (integer)
d.    Tulang daun sejajar

Tabel 8. Daun sirsak (Annona muricata)
Gambar    Identifikasi
    b.    Bentuk daun memanjang
c.    Pangkal daun runcing
d.    Ujung daun tumpul (obtusus)
e.    Tepi daun rata (integer)
f.    Tulang daun menyirip
Tabel 9. Daun nanas (Ananas comosus L.)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun memanjang
b.    Pangkal daun runcing (acutus)
c.    Ujung daun berduri (mucronatus)
d.    Tepi daun bergerigi (serratus)
e.    Tulang daun sejajar

Tabel 10. Daun Bunga Kertas (Bougainvillea buttiana)
Gambar    Identifikasi
    a.    Bentuk daun bulat atau bundar
b.    Pangkal daun tumpul (obtusus)
c.    Ujung daun membulat (rotundus)
d.    Tepi daun rata
e.    Tulang daun melengkung

Pembahasan
    Dari pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil yang bahannya dapat dijadikan sebagai pembahasan dalam laporan kali ini.
    Pada daun Mangga (Mangifera indica) dapat dilihat daun merupakan bagian dari daun tunggal tak lengkap, terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian (lamina), tidak memiliki pelepah daun, tersusun atas spiral rapat, permukaan daun bagian atas dan bawah licin (leavis), pada permukaan atas daun berwana hijau muda dan pada permukaan bawah berwarna hijau tua, bentuk daun menjorong, memiliki tangkai yang panjang, pangkal daun tumpul (obtusus), memiliki ujung daun yang meruncing (acuminatus), tepi daun yang berombak (repandus), memiliki susunan tulang daun nervus lateralis, dan tulang daun yang menyirip (penninervis).
    Klasifikasi daun Mangga (Mangifera indica) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Divisi        : Spermatophyta
Subdivisi    : Angiospermae
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo        : Sapindales
Famili        : Anacardiacea
Genus        : Mangifera
Spesies    : Mangifera indica
    Pada daun jambu biji (Psidium Guajava L.) tergolong dalam daun yang tak lengkap karna hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian (lamina). Daun jambu biji memiliki tulang daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping. Jambu biji memiliki ujung daun yang tumpul. Pangkal daun membulat (rotundatus). Ujung daun tumpul (obtusus). Selain itu jambu biji  juga memiliki tepi daun yang rata (integer). Pada bagian atas daun biasanya berwarna hijau dan licin, jika dibandingkan pada bagian bawah karna baian atas daun lebih hijau dan daun jambu biji memiliki permukaan daun yang berkerut (rogosus).
    Klasifikasi daun jambu biji (Psidium Guajava L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Sub kingdom    : Tracheobionta
Super divisi    : Spermatophytha
Divisi         : Magnoliopsida
Kelas        : Magnoliopsida
Sub kelas    : Rosidae
Ordo        : Myrtales
Famili        : Myrtaceae
Genus        : Psidium
Spesies    : Psidium guajava L.
    Pada daun nangka (Artocarpus heterophyllus) memiliki daun tunggal, bertangkai 1-4 cm, memiliki bagian tepi rata dan memiliki bentuk menjorong, serta memiliki ujung pangkal pendek meruncing. Tulang daun yang menyirip (penninervis). Daun nangka memiliki permukaan atas berwarna hijau tua mengkilap, kaku dan juga permukaan bagian bawah memiliki warna hijau muda.
    Klasifikasi daun nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Sub kingdom    : Tracheobionta
Super divisi    : Spermatiphyta
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas            : Magniliopsida
Sub kelas    : Dilleniidae
Ordo            : Urticales
Family        : Moraceae
Genus        : Artocarpus
Spesies    : Artocarpus heterophyllus
    Pada daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus) dengan anak daun genap, yakni berjumlah 8 helai anak daun, berbentuk jorong. Daun rambutan merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai pendek  (0,5-1 cm) berbentuk silindris dan tidak menebal pada pangkalnya, tulang daun menyirip, lebar daun 5,5 cm sampai 7 cm, panjang 9 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat (rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun tumpul (obtusus). Permukaan daun licin (laevis) kelihatan mengkilat (nitidus).
    Klasifikasi daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Sub kingdom    : Tracheobionta
Super divisi    : Spermatophyta
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Sub kelas    : Rosidae
Ordo        : Sapindales
Famili        : Sapindaceae
Genus        : Nephelium
Spesies    : Nephelium lappaceum L.
    Pada daun papaya (Carica papaya L.) Daunnya berbentuk bulat atau bundar (orbicularis), merupakan daun tunggal bertulang daun menjari dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Tepi daun menjari (palmatifidus). Berukuran besar, dan bercangap, juga mempunyai bagian-bagian daun lengkap (falicum completum) atau upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).Permukaan daun licin (laevis) sedikit mengkilat (nitidus), daging seperti perkamen (perkamenteus).
    Klasifikasi daun papaya (Carica papaya L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Sub kingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Sub Kelas    : Dilleniidae
Ordo        : Violales
Famili        : Caricaceae
Genus        : Carica
Spesies    : Carica papaya L.
    Pada daun singkong (Manihot esculenta C.). Daun berbentuk lima jari dan juga lonjong dengan tepi yang rata dan memiliki garis setiap daun . Sedangkan memiliki bagian ujung daun yang sangat lah runcing tanjam. Daun biasanya memiliki warna hijau tua dan juga kekuning kuningan.
    Klasifikasi daun singkong (Manihot esculenta C.) adalah sebagai berikut :
Kindom    : Plantae
Sub kingdom    : Tracheabionta
Super divisi     : Spermathopyta
Divisi         : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Sub kelas    : Rosidae
Ordo        : Euphorbiales
Familia    : Euphorbiales
Genus        : Manihot Mill
Species    : Manihot esculenta C.
    Pada daun jagung (Zea Mays L.) merupakan daun sempurna, memiliki pelepah, tangkai, dan helai daun. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan tangkai daun terdapat lidah-lidah (ligula). Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki Poaceae (suku rumput-rumputan). Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Jika tanaman mengalami kekeringan, sel-sel kipas akan mengerut, menutup lubang stomata, dan membuat daun melipat ke bawah sehingga mengurangi transpirasi.
    Klasifikasi daun jagung (Zea Mays L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Sub kingdom    : Tracheobionta
Super divisi    : Spermathopyta
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas        : Liliopsida
Sub Kelas    : Commelinidae
Ordo        : Poaceae
Famili        : Poacae
Spesies    : Zea Mays L.
    Pada daun sirsak (Annona muricata) memiliki daun berbentuk memanjang. Permukaan daun licin (laevis) dan mengkilat (nitidus), tepi daun rata (integer), daging daun tebal dan kaku seperti kulit untuk belulang (coriaceus), pangkal daun runcing daun ujung daun tumpul (obtusus).
    Klasifikasi daun sirsak (Annona muricata) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super divisi    : Spermatophyta
Divisio        : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Sub kelas    : Magnoliidae
Ordo        : Magnoliales
Famili        : Annonaceae
Genus        : Annona
Spesies    : Annona muricata
    Pada daun nanas (Ananas comosus L.) memiliki  bentuk daun memanjang, pangkal daun runcing (acutus), ujung daun berduri (mucronatus), tepi daun bergerigi (serratus), tulang daun sejajar, ada empat jenis golongan nanas berdasarkan  bentuk daun dan buah yang diketahui yaitu :
a.    Cayenne (daun halus, tidak berduri, buah besar)
b.    Queen (daun pendek, berduri tajam, buah lonjong mirip keucut)
c.    Spanyol (daun panjang kecil, berduri halus, buah bulat denagan mata datar)
d.    Abacaxi (daun panjang, berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida).
    Klasifikasi daun nanas (Ananas comosus L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Divisi        : Spermatophyta
Kelas        : Angiospermae
Ordo         : Farinosae
Famili        : Bromiliaceae
Genus        : Ananas
Species    : Ananas comosus L.
    Pada daun bunga kertas (Bougainvillea buttiana) memiliki bentuk daun bulat atau bundar, pangkal daun yang tumpul (obtusus), ujung daun membulat (rotundus), tepi daun rata, tulang daun melengkung. Memiliki permukaan yang licin dan berwarna hijau.
    Klasifikasi daun bunga kertas (Bougainvillea buttiana) adalah sebagai berikut :
Kerajaan    : Plantae
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo        : Caryophyllales
Famili        : Nyctaginaceae
Genus        : Bougainvillea
Spesies    : Bougainvillea buttiana   
 



KESIMPULAN
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan kali ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap tanaman memiliki struktur anatomi daun yang berbeda-beda, berbeda-beda pula fungsinya, maka manfaat yang didapatkan untuk tanaman itu sendiripun akan beraneka ragam.





   

DAFTAR PUSTAKA
Utami, Ita. 2015.  Laporan praktikum biologi pengamatan morfologi tumbuhan. https://itautami35.wordpress.com. Diakses pada Selasa, 15 Desember 2015

Basri, Muhammad Hasan. 2012. Laporan Morfologi Tumbuhan. http://hasansyaidahfrimmerlieben.blogspot.com. Diakses pada Selasa, 15 Desember 2015
Rian, Dedi. 2014. Laporan biologi tentang morfologi daun.   http://dedirian.blogspot.co.id. Diakses pada Selasa, 15 Desember 2015
Wikipedia. 2015. Daun. http://id.wikipedia.org/. Diakses pada Selasa, 15 Desember 2015
Rahmat, adi. 2009. Petunjuk Praktikum Morfologi Tumbuhan. Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Bandung



[Laporan Praktikum Biologi Pertanian] PENGENALAN MIKROSKOP DAN SEL TUMBUHAN



PENGENALAN MIKROSKOP DAN SEL TUMBUHAN

(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)










Oleh :
ARIANI NOR FADILLA
E1A115017
Kelompok 9


















PROGRAM STUDI AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015











DAFTAR ISI
                                                                                                                    Halaman
DAFTAR ISI ..............................................................................................              i
DAFTAR TABEL ......................................................................................             ii
PENDAHULUAN .....................................................................................             1
            Latar Belakang.................................................................................             1
            Tujuan...............................................................................................             2
BAHAN DAN METODE ..........................................................................             3
            Bahan dan Alat................................................................................             3
                   Bahan........................................................................................             3
                   Alat............................................................................................             3
            Waktu dan Tempat...........................................................................             3
            Prosedur Kerja..................................................................................             3
HASIL DAN BAHAN...............................................................................            5
            Hasil.................................................................................................            5
            Pembahasan......................................................................................            5
KESIMPULAN
            Kesimpulan......................................................................................             9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                            10
           





DAFTAR TABEL
                                                                                                                    Halaman
Hasil pengamatan bagian-bagian mikroskop................................................             5
Hasil pengamatan jaringan sel tumbuhan pada daun jeruk..........................            6

































PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mikroskop berasal dari bahasa Yunani, yaitu mikroskop (Latin Micro = kecil + scopium = penglihatan). Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengapati objek yang kecil sekalipun.  Menurut sejarah, orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka membuat Mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli. Beberapa tahun kemudian Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran objek. Hal ini di sebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Namun mikroskop ini memiliki kelemahan, yaitu tidak bisa mengamati ukuran dibawah 200 nanometer. (Campbell, 2002).
Mikroskop menurut bahasa latin micro diartikan kecil dan scopium berarti penglihatan. Mikroskop sering digunakan untuk meninngkatkan kemampuan daya pisah atau kemampuan melihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang halus dan tidak dapat dilihat dengan mata terbuka. Walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda (Widyatmoko, 2008).
Perkembangan instrumen yang berkembang melebihi indra manusia seiring kemajuan sains. Penemuan dan penelitian tentang sel menjadi maju berkat penciptaan mikroskop pada tahun 1590 dan peningkatan mutu alat tersebut selama tahun 1600-an. Mikroskop masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian sel. (Campbell, 2002)
Mikroskop adalah alat bantu yang memungkinkan kita untuk mengamati objek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Dengan bantuan mikroskop kita dapat mengamati bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop berfungsi untuk membesarkan benda yang dilihat sehingga memudahkan kita untuk mengamati benda yang renik (Sutarno, 2011).

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop ,memahami fungsi dan terampil menggunakan nya.

BAHAN DAN METODE
Bahan dan alat
Bahan
1.      Mikroskop, sebagai bahan pengamatan
2.      Daun jeruk
Alat
1.      Pensil, untuk menulis atau menggambar
2.      Penggaris untuk menggaris
3.      Penghapus, untuk menghapus bekas coretan yang salah
4.      Buku gambar, tempat untuk menggambar mikroskop
5.      Silet, untuk mengiris
6.      Kaca preparat, untuk meletakkan preparat yang akan diamati
Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Desember 2015 Pukul 14:00-16:00 WITA di Laboraturium Fisiologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur Kerja
Memelihara Mikroskop
1.    Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak.
2.    Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehinggga ujung lensa objektif lemah berjarak ± 1 cm dari atas meja benda.
3.    Aturlah penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
4.    Setiap akan menggunakan mkroskop, bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel).
Mencari bidang penglihatan
1.    Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer (pemutar kasar) hingga lensa objektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.
2.    Tempatkan lensa objektif pembesaran lemah (4x atau 10x) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya satu poros dengan lensa okuler).
3.    Bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
4.    Aturlah bentuk cermin kearah cahaya, hingga terlihat lingkaran yang sangat terang di dalam lensa okuler, mikroskop siap digunakan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum ini berupa beberapa data pengamatan yang dapat dilihat pada tabel berikut  Tabel 1 : Hasil pengamatan bagian-bagian mikroskop
Gambar Mikroskop
Keterangan

1.      Lensa okuler
2.      Lensa objektif
3.      Revolver (tempat dan pemutar lensa objektif)
4.      Meja objek
5.      Pemutar kasar
6.      Pemutar halus
7.      Kondensor
8.      Penjepit kaca
9.      Kaki mikroskop
10.  Base



















Tabel 2 : Jaringan sel tumbuhan pada daun jeruk
Gambar Sel Tumbuhan
Keterangan

1.      Sitoplasma


Pembahasan
Mikroskop terdiri dari bahan kaca, besi dan plastik. Bagian mikroskop yang terbuat dari bahan kaca ialah seperti lensa/optik. Mikroskop ada yang monokuler dan binokuler. Mikroskop ini berfungsi untuk pengamatan mikroba/mikroorganisme yang tentunya tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung.
Berdasarkan gambar bagian-bagian mikroskop, yaitu Lensa okuler yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat, lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak dan diperbesar dari lensa objektif. Lensa objektif ini berada dekat dengan objek yang diamati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar, dimana lensa ini diatur oleh  revolver untuk menentukan pembesaran lensa objektif. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. Meja objek, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan diamati. Pemutar kasar, berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. Pemutar halus, pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. Kondensor, berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan dinaik turunkan. Lengan mikroskop (pegangan), berfungsi sebagai pegangan pada mikroskop. Kaki mikroskop (stand), berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. Penjepit kaca, berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. Cermin,  berfungsi untuk memantulakan cahaya yang masuk kedalam mikroskop. Ada 2 jenis yang di gunakan yakni cermin datar dan cermin cekung.
Fungsi mikroskop adalah untuk melihat benda atau sel-sel yang kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang mikroskop juga berfungsi untuk meningkat kan daya pisah seseorang sihingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat kecil sekalipun. Mikroskop yang digunakan adalah mikroskop monokuler.
            Klasifikasi tanaman jeruk nipis :
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus              : Citrus
Spesies            : Citrus aurantifolia (Christm.) Swing
Morfologi tanaman jeruk nipis :
Jeruk nipis termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Tingginya sekitar 0,5-3,5 m. Batang pohonnya berkayu ulet, berduri, dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Daunnya majemuk, berbentuk ellips dengan pangkal membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit. Panjang daunyya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai bersayap, hijau dan lebar 5-25 mm.

Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter 1,5-2,5 cm. kelopak bungan berbentuk seperti mangkok berbagi 4-5 dengan diameter 0,4-0,7 cm berwama putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. Daun mahkota berjumlah 4-5, berbentuk bulat telur atau lanset dengan panjang 0,7-1,25 cm dan lebar 0,25-0,5 cm berwarna putih Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter 3,5-5 cm berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

           

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.        Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikn bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
2.        Mikroskop terdiri dari beberapa bagian, meliputi ; lensa okuler, tabung, makrometer, mikrometer, lensa obyektif, lensa okuler, penjepit, diafragma, cermin, kaki/dasar, engsel dan lengan.
3.        Ada 2 bagian utama yang menyusun mikroskop, yakni bagian optic seperti kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler. Bagian yang kedua adalah non-optik seperti kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek dan sumber cahaya.

Saran
Dalam praktikum ini agar lebih berhati-hati dalam menggunakan mikroskop nya.












DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A., J.B.Reece., L.G. Mithcel. 2002. Biologi umum edisi kelima jilid 1. Erlangga. Jakarta

Sutarno, nono. 2011. BiologiUmumLanjutan I. Universitas Terbuka: Jakarta

Widyatmoko, Arif. 2008. Mengenal Laboratorium Biologi. Erlangga : Jakarta

Petanihebat. 2013. Klasifikasi dan morfologi jeruk nipis. http://www.petanihebat.com/. Diakses pada Kamis, 10 Desember 2015