Minggu, 18 September 2016

[Laporan Praktikum Biologi Pertanian] PENGENALAN MIKROSKOP DAN SEL TUMBUHAN



PENGENALAN MIKROSKOP DAN SEL TUMBUHAN

(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)










Oleh :
ARIANI NOR FADILLA
E1A115017
Kelompok 9


















PROGRAM STUDI AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015











DAFTAR ISI
                                                                                                                    Halaman
DAFTAR ISI ..............................................................................................              i
DAFTAR TABEL ......................................................................................             ii
PENDAHULUAN .....................................................................................             1
            Latar Belakang.................................................................................             1
            Tujuan...............................................................................................             2
BAHAN DAN METODE ..........................................................................             3
            Bahan dan Alat................................................................................             3
                   Bahan........................................................................................             3
                   Alat............................................................................................             3
            Waktu dan Tempat...........................................................................             3
            Prosedur Kerja..................................................................................             3
HASIL DAN BAHAN...............................................................................            5
            Hasil.................................................................................................            5
            Pembahasan......................................................................................            5
KESIMPULAN
            Kesimpulan......................................................................................             9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                            10
           





DAFTAR TABEL
                                                                                                                    Halaman
Hasil pengamatan bagian-bagian mikroskop................................................             5
Hasil pengamatan jaringan sel tumbuhan pada daun jeruk..........................            6

































PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mikroskop berasal dari bahasa Yunani, yaitu mikroskop (Latin Micro = kecil + scopium = penglihatan). Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengapati objek yang kecil sekalipun.  Menurut sejarah, orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka membuat Mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli. Beberapa tahun kemudian Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran objek. Hal ini di sebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Namun mikroskop ini memiliki kelemahan, yaitu tidak bisa mengamati ukuran dibawah 200 nanometer. (Campbell, 2002).
Mikroskop menurut bahasa latin micro diartikan kecil dan scopium berarti penglihatan. Mikroskop sering digunakan untuk meninngkatkan kemampuan daya pisah atau kemampuan melihat seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang halus dan tidak dapat dilihat dengan mata terbuka. Walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda (Widyatmoko, 2008).
Perkembangan instrumen yang berkembang melebihi indra manusia seiring kemajuan sains. Penemuan dan penelitian tentang sel menjadi maju berkat penciptaan mikroskop pada tahun 1590 dan peningkatan mutu alat tersebut selama tahun 1600-an. Mikroskop masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian sel. (Campbell, 2002)
Mikroskop adalah alat bantu yang memungkinkan kita untuk mengamati objek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Dengan bantuan mikroskop kita dapat mengamati bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop berfungsi untuk membesarkan benda yang dilihat sehingga memudahkan kita untuk mengamati benda yang renik (Sutarno, 2011).

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenali bagian-bagian mikroskop ,memahami fungsi dan terampil menggunakan nya.

BAHAN DAN METODE
Bahan dan alat
Bahan
1.      Mikroskop, sebagai bahan pengamatan
2.      Daun jeruk
Alat
1.      Pensil, untuk menulis atau menggambar
2.      Penggaris untuk menggaris
3.      Penghapus, untuk menghapus bekas coretan yang salah
4.      Buku gambar, tempat untuk menggambar mikroskop
5.      Silet, untuk mengiris
6.      Kaca preparat, untuk meletakkan preparat yang akan diamati
Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Desember 2015 Pukul 14:00-16:00 WITA di Laboraturium Fisiologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur Kerja
Memelihara Mikroskop
1.    Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak.
2.    Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehinggga ujung lensa objektif lemah berjarak ± 1 cm dari atas meja benda.
3.    Aturlah penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
4.    Setiap akan menggunakan mkroskop, bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus (flannel).
Mencari bidang penglihatan
1.    Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer (pemutar kasar) hingga lensa objektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.
2.    Tempatkan lensa objektif pembesaran lemah (4x atau 10x) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya satu poros dengan lensa okuler).
3.    Bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
4.    Aturlah bentuk cermin kearah cahaya, hingga terlihat lingkaran yang sangat terang di dalam lensa okuler, mikroskop siap digunakan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum ini berupa beberapa data pengamatan yang dapat dilihat pada tabel berikut  Tabel 1 : Hasil pengamatan bagian-bagian mikroskop
Gambar Mikroskop
Keterangan

1.      Lensa okuler
2.      Lensa objektif
3.      Revolver (tempat dan pemutar lensa objektif)
4.      Meja objek
5.      Pemutar kasar
6.      Pemutar halus
7.      Kondensor
8.      Penjepit kaca
9.      Kaki mikroskop
10.  Base



















Tabel 2 : Jaringan sel tumbuhan pada daun jeruk
Gambar Sel Tumbuhan
Keterangan

1.      Sitoplasma


Pembahasan
Mikroskop terdiri dari bahan kaca, besi dan plastik. Bagian mikroskop yang terbuat dari bahan kaca ialah seperti lensa/optik. Mikroskop ada yang monokuler dan binokuler. Mikroskop ini berfungsi untuk pengamatan mikroba/mikroorganisme yang tentunya tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung.
Berdasarkan gambar bagian-bagian mikroskop, yaitu Lensa okuler yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat, lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak dan diperbesar dari lensa objektif. Lensa objektif ini berada dekat dengan objek yang diamati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar, dimana lensa ini diatur oleh  revolver untuk menentukan pembesaran lensa objektif. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. Meja objek, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan diamati. Pemutar kasar, berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. Pemutar halus, pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. Kondensor, berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan dinaik turunkan. Lengan mikroskop (pegangan), berfungsi sebagai pegangan pada mikroskop. Kaki mikroskop (stand), berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. Penjepit kaca, berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. Cermin,  berfungsi untuk memantulakan cahaya yang masuk kedalam mikroskop. Ada 2 jenis yang di gunakan yakni cermin datar dan cermin cekung.
Fungsi mikroskop adalah untuk melihat benda atau sel-sel yang kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang mikroskop juga berfungsi untuk meningkat kan daya pisah seseorang sihingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat kecil sekalipun. Mikroskop yang digunakan adalah mikroskop monokuler.
            Klasifikasi tanaman jeruk nipis :
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus              : Citrus
Spesies            : Citrus aurantifolia (Christm.) Swing
Morfologi tanaman jeruk nipis :
Jeruk nipis termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Tingginya sekitar 0,5-3,5 m. Batang pohonnya berkayu ulet, berduri, dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Daunnya majemuk, berbentuk ellips dengan pangkal membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit. Panjang daunyya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai bersayap, hijau dan lebar 5-25 mm.

Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter 1,5-2,5 cm. kelopak bungan berbentuk seperti mangkok berbagi 4-5 dengan diameter 0,4-0,7 cm berwama putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. Daun mahkota berjumlah 4-5, berbentuk bulat telur atau lanset dengan panjang 0,7-1,25 cm dan lebar 0,25-0,5 cm berwarna putih Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter 3,5-5 cm berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

           

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.        Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikn bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
2.        Mikroskop terdiri dari beberapa bagian, meliputi ; lensa okuler, tabung, makrometer, mikrometer, lensa obyektif, lensa okuler, penjepit, diafragma, cermin, kaki/dasar, engsel dan lengan.
3.        Ada 2 bagian utama yang menyusun mikroskop, yakni bagian optic seperti kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler. Bagian yang kedua adalah non-optik seperti kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek dan sumber cahaya.

Saran
Dalam praktikum ini agar lebih berhati-hati dalam menggunakan mikroskop nya.












DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A., J.B.Reece., L.G. Mithcel. 2002. Biologi umum edisi kelima jilid 1. Erlangga. Jakarta

Sutarno, nono. 2011. BiologiUmumLanjutan I. Universitas Terbuka: Jakarta

Widyatmoko, Arif. 2008. Mengenal Laboratorium Biologi. Erlangga : Jakarta

Petanihebat. 2013. Klasifikasi dan morfologi jeruk nipis. http://www.petanihebat.com/. Diakses pada Kamis, 10 Desember 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar